Make Your Right Choice Now!

Dalam salah satu tulisannya, Zig Ziglar menggambarkan bahwa kehidupan ini memiliki kesamaan dengan kafetaria. Beliau menceritakan, ketika seseorang yang sedang lapar masuk ke sebuah kafetaria, maka pelayan akan segera memberikan kepadanya daftar menu makanan yang harus dipilihnya. Orang tersebut kemudian akan mengamati daftar makanan yang tersedia, dan sekalipun ia sudah merasa sangat-sangat lapar serta sekalipun hampir semua jenis makanan yang tertera disana terlihat sangat nikmat, tentu ia tidak akan pernah memesan semuanya. Orang tersebut pasti hanya akan memilih salah satu yang dirasanya paling disukainya. Demikian jugalah dalam hidup ini, ketika kepada kita diperhadapkan daftar pilihan, kita tidak akan pernah dapat memilih semuanya, kita harus tetap membiarkan beberapa pilihan baik, agar dapat memilih yang terbaik.

Saya jadi teringat dengan apa yang dialami oleh salah seorang sahabat saya. Sekali waktu ia pernah bercerita bahwa setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir ini, ada satu hal yang membuatnya sangat bersuka cita, dan hal tersebut baginya telah menjadi suatu momen yang paling ia tunggu di sepanjang tahun. Saya menjadi sangat penasaran ketika mendengarkan ceritanya. Saya berpikir bahwa hal itu pastilah berkaitan dengan bisnisnya, sehingga sayapun menebak bahwa hal yang membuatnya sangat bersuka cita itu adalah saat ia mendapatkan order yang besar dari salah satu kliennya. Sahabat saya ini tertawa mendengar tebakan saya, dan berkata bahwa tebakan saya sangat-sangat salah. Dia berkata,”mendapat order yang besar memang sangat menyenangkan, tetapi hal yang satu ini nilainya jauh melebihi sebuah order besar”. Saat ia melihat saya seperti orang kebingungan, barulah ia mengatakan bahwa hal yang paling ditunggunya sepanjang tahun adalah sebuah kreasi sederhana yang dibuat oleh istri dan tiga orang anaknya dan diberikan sebagai hadiah pada hari ulang tahunnya. Saya jadi semakin penasaran, sehingga saya bertanya,”memangya apa sih bentuk hadiahnya, kok sampai begitu luar biasa?”, kemudian ia mengeluarkan dari laci mejanya selembar kertas karton manila berwarna biru muda. Di kertas itu tertempel empat bentuk hati berwarna merah, hijau, kuning dan biru, dan di masing-masing bentuk hati tersebut yang tertera ucapan selamat ulang tahun dan beberapa kata ungkapan kasih yang ditulis oleh istri dan anak-anaknya. Dia kemudian bercerita bahwa sebagai seorang suami dan ayah, hal yang terutama baginya adalah bagaimana dirinya dapat senantiasa menjadi naungan yang kokoh. Dan untuk hal ini  dia harus menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran dan uangnya agar senantiasa cukup, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. “Bukan hal yang mudah”, katanya, tetapi dia sudah menetapkan pilihan yang terbaik baginya dan berkomitmen terhadap pilihannya.  Itulahsebabnya mengapa hadiah ulang tahun yang kelihatan sangat sederhana menjadi sesuatu yang sangat-sangat berharga, karena baginya hal itu menjadi suatu peneguhan bahwa ia masih menjadi naungan yang kokoh yang dibanggakan sekaligus dikasihi oleh istri dan ketiga anaknya.

Seperti yang kita alami bersama, hari-hari ini kita bisa melihat dan merasakan betapa modernisasi dan globalisasi bergerak dengan kecepatan yang sangat luar biasa, dan tentu saja hal ini sekalipun memiliki sisi-sisi positif, tentu juga memiliki sisi-sisi negatif. Ironisnya, sebagian besar orang tidak dapat menetapkan pilihan yang tepat, hal ini membuat mereka tidak mampu menangani sisi-sisi negatif tersebut sehingga berdampak cukup fatal terhadap diri dan keluarga mereka. Hal ini sesungguhnya telah diperkirakan oleh para ahli kejiwaan sebagaimana yang dikatakan oleh seorang Dokter dan penulis Richard A. Swenson bahwa : ”lembaga keluarga sekarang ini sangat terluka di dalam dirinya sendiri oleh karena kondisi-kondisi modernitas. Stres dan kelebihan beban telah melukai ikatan keluarga. Kompleksitas yang meningkat, kecepatan, dan intensitas merupakan konteks yang mengerikan bagi hubungan-hubungan antar pribadi”. Rupanya sahabat saya itu di dalam perenungannya terhadap laju kehidupan ini, telah mengambil pilihan yang tepat, ia menyadari bahwa adalah sebuah kesia-siaan apabila kita terjebak dalam pengejaran akan materi yang tidak akan pernah ada habisnya, dan kemudian ketika kita merasa bahwa kita telah menangkapnya, pada saat yang sama kita kehilangan keluarga yang kita kasihi oleh karena naungan yang selama ini melindungi mereka telah runtuh.

DR. James Dobson ketika suatu waktu ditanya tentang faktor apa yang paling banyak merusak keluarga-keluarga menjawab,”kelihatannya faktor tersebut adalah kondisi kelelahan dan tekanan waktu yang membuat setiap anggota keluarga menjadi letih dan tersiksa. Banyak diantaranya yang sudah tidak punya apapun yang tersisa untuk diinvestasikan dalam pernikahan mereka dan dalam membesarkan anak-anak mereka. Sekiranya gaya hidup “kepanikan rutin” ini dapat berubah, maka hal ini menjadi pertanda baik bagi keluarga,…………..sehingga anak-anak akan memperoleh kembali status dan kesejahteraannya”.

Daftar menu pilihannya sudah ada ditangan setiap kita, baiklah kita merenungkannya dengan hati dan pikiran yang jernih, agar kita dapat menetapkan pilihan dengan tepat.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Iklan

One Response to Make Your Right Choice Now!

  1. Henri Network berkata:

    Wah aq belum punya istri c, jadi ga begitu tau masalah keluarga dan rumah tangga,,hehehe,,

    posting yang bagus semoga sukses selalu 😀

    jgn lupa mampir lagi ke gubuk q ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: