Success is HIS Grace

Topik mengenai kesuksesan memang merupakan topik yang tidak pernah ada habisnya untuk dibahas dan dijadikan bahan tulisan, dari Napoleon Hill hingga Robert T. Kiyosaki, ataupun dari sang motivator No.1 Indonesia Andrie Wongso hingga John C. Maxwell, semuanya seolah-olah semakin mempertegas bahwa kesuksesan beserta cara-cara untuk meraihnya adalah topik yang tidak akan pernah ada akhirnya.Tapi kali ini saya bukan mau  membahas bagaimana cara-cara meraih kesuksesan, saya hanya sedang menuliskan hasil perenungan dan diskusi yang telah saya lakukan dengan seorang sahabat ketika kami berdua “tertarik” pada kalimat motivasi yang sudah sangat terkenal dari Andrie Wongso : Success is My Right !

Meskipun sudah seringkali mendengarkan kalimat motivasi tersebut, tidak pernah terlintas di benak saya untuk merenungkannya lebih dalam, terlebih ketika melihat banyak orang menjadi sangat antusias dan ter-inspirasi oleh kata-kata yang diucapkan dengan penuh semangat tersebut. Sejujurnya saya-pun juga ter-inspirasi dan merasakan antusiasme yang sama. Sampai suatu ketika saya mendengarnya lagi melalui radio di saat saya sedang mengemudikan kendaraan di jalanan yang sedang macet. Saat itu, sementara saya masih mendengarkan, tiba-tiba hati saya mendengar satu suara yang sudah sangat saya kenal berkata,”Benarkah sukses adalah hak-mu ?”, saat itu juga, di tengah-tengah sedang terjebak kemacetan, pertanyaan itu mulai membuat hati dan pikiran saya sibuk untuk merenungkannya, hingga tanpa saya sadari saya telah lolos dari kemacetan tanpa ada gerutuan sedikitpun yang terlontar.

Malam harinya, ketika suasana rumah sudah tenang di saat istri dan anak-anak sudah tertidur nyenyak, saya teruskan perenungan yang sempat terhenti untuk mencari jawaban atas pertanyaan tadi siang. Kali ini saya tidak sendirian karena ditemani oleh sahabat saya yaitu “Buku Sumber Hikmat” yang selama ini telah menjadi teman diskusi dalam mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam kehidupan ini. Kami mulai tenggelam dalam perenungan dan diskusi yang mengasyikan sambil saya menuliskan beberapa catatan di atas selembar kertas. Setelah dua jam berlalu, kami merasa perenungan dan diskusi yang kami lakukan cukup.  Sekarang saya tinggal membuat kesimpulannya, saya ambil laptop yang sejak tadi tergeletak di sudut meja, saya nyalakan dan mulai menuliskan kesimpulan berdasarkan catatan-catatan yang telah saya buat.

Inilah kesimpulan yang telah saya ketik di laptop :

  • Jika bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia usaha orang yang membangunnya
  • Tuhan memberikan berkat-Nya kepada orang yang dicintai-Nya pada waktu tidur
  • Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kita kaya, susah payah tak akan menambahinya
  • Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dia-lah segala kemuliaan untuk selama-lamanya
  • Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.
  • Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri,……
  • Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya
  • Emas perak dan seluruh bumi adalah milik Tuhan, dan Ia memberikan kepada orang yang disukaiNya
  • Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam, dan harta kekayaan yang tersembunyi,……
  • Diberikan-Nya kepada mereka negeri-negeri bangsa-bangsa, sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa
  • Sekarang aku tahu, bahwa Tuhanlah yang memberi kemenangan……
  • Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku ;……
  • ………., tetapi Kemenangan ada di tangan Tuhan
  • Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai Pahlawan yang memberi kemenangan.
  • Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus
  • Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja,……

Akhirnya, setelah membaca kesimpulan ini, saya jadi mengerti bahwa saya bukanlah manusia yang memiliki hak atas kesuksesan, keberhasilan dan kemenangan, sesungguhnya hanya Tuhan-lah pemilik atas semuanya itu. Sebagai manusia, tugas saya yang utama adalah berusaha untuk senantiasa menyukakan dan menyenangkan hati-Nya, dan ketika tangan saya mendapati pekerjaan yang harus dilakukan, maka saya harus melakukan yang terbaik yang dapat saya lakukan. kemudian setelah itu….., saya akan berharap agar Tuhan Sang Pemilik kesuksesan, keberhasilan dan kemenangan berkenan melimpahkan anugerah-Nya.

Bagaimana menurut pendapat anda ?

Iklan

3 Responses to Success is HIS Grace

  1. noviani berkata:

    Setuju banget ko…! tapi kenapa yan seringkali manusia kita ga sadar diri dengan semua yang tlah Tuhan siapkan?? bahkan terkesan santai, dg alasan tunggu kesempatan yang semestinya mesti dibarengi tindakan?

    • shalomfamily berkata:

      Hai.. Novi, msh ada yg blm sadar yaa…, ayo kita buat mereka sadar.
      Tuhan rindu kita jadi mitra kerja-NYA, IA melakukan bagianNYA dan kita lakukan bagian kita.
      Jadi.. ya harus bertindak dong, kalo tidak…, itu sih orang malas namanya.
      Btw, makasih untuk kunjungannya, sering2 mampir yaa…
      Salam damai selalu…

  2. Minarlie berkata:

    semua yang di tulis diatas sangat bagus, dan memang semua sudah terbukti dalam kehidupan keluarga saya selama kita selalu bersandar n menggandalkan Tuhan , selalu sadar bahwa semua yang di dunia ini hanyalah titipan maka semua nya berjalan lancar n selalu ada kesuksesan …tapi yang saya akan tanyakan bukan itu…
    pertanyaan saya ini sering saya saya lontarkan ke beberapa Hsmba Tuhan , dan semua menjawab nya hampir sama…..

    kalau kita perhatikan …. di dunia ini ada orang yang tidak pernah taat sama Tuhan , bahkan cenderung jahat n licik…kenapa dalam hidup nya selalu sukses, selaul berhasil …?? keluarganya pun terlihat sangat bahagia… apa ini bukan batu sandungan buat orang2 yang belum percaya akan Tuhan ??karena bagi yang belum percaya mereka tidak akan mengerti apa itu memikul Salib…
    jawaban yang sering saya terima… suksesnya mereka itu tidak abadi , mereka tidak seperti kita yang memperoleh keselamatan , n ada yang menjawab …itu hak nya Tuhan kita tidak boleh mempertanyakan …
    dalam kesempatan pagi ini…saya ingin tahu jawaban nya menurut bapak Edey tentunya berdasarkan Firman Tuhan …
    terimakasih Tuhan memberkati selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: